kosong
Rindu itu seperti anak-anak bermain pasir. Tangannya menggenggam erat, l alu pelan-pelan dilepaskannya butiran itu m elewati celah-celah jarinya. Angin menerbangkannya. Menjauh. Ia tahu bahwa di rumahnya hanya ada sepi, dan yang terhidang hanyalah hampa. Ia mencari cahaya pada lampu-lampu jalan. Ia mencari suara-suara kendaraan untuk membunuh rasa sepi. Ia mencari dirinya sendiri. Berkali-kali. Ia lalu membiarkan tubuhnya bersandar di sebuah kedai kopi hingga larut malam. Pikirannya terbang kemana-mana. Mungkin di angkasa, memetik cahaya. Ia tahu kalau dirinya sendiri. Sepi. Berkali-kali.